Home Index Spa Relaksasi Aktifitas Tour Paket About Us


Fitur Atraksi dan even
Maret 2005

Maret 2005 akan menjadi kalender even yang sangat penting bagi masyarakat Bali dimana mereka akan memperingati hari raya Galungan dan Kuningan yang merukapan festival keagamaan terbesar selama 2(dua) minggu dan juga tahun baru Caka (Nyepi) yang jatuh hampir secara bersamaan pada awal bulan tersebut. Galungan dan Kuningan yang merupakan peringatan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) yang dirayakan secara meriah akan sangat bertolak belakang dengan perayaan Hari Raya Nyepi yang lebih menitik beratkan pada pendekatan diri kepada Tuhan YME (dalam istilah Hindu adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa).

Pada saat ini apabila anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi Pulau Dewata anda akan terpikat dengan tersebarnya ornamen maupun hiasan penjor yang merupakan simbol dari kemenangan dan perayaan hari raya Galungan maupun Kuningan. Sebaliknya Nyepi akan diwarnai dengan pawai Ogoh Ogoh pada hari raya Tawur Kesanga (pangrupukan) yang jatuh 1 hari sebelum Nyepi ini yang merupakan simbolis untuk mengusir Bhuta Kala (makhluk halus/setan) yang berdiam diri di dalam badan manusia maupun di dunia. Hari raya Nyepi itu sendiri akan dilewati oleh masyarakat Hindu Bali dengan berdiam diri di rumah, untuk lebih banyak merefleksikan/bercermin kepada tahun sebelumnya demi memperbaiki kesalahan-kesalahan dan memperbaiki perilaku untuk menjadi manusia yang lebih baik di tahun berikutnya.

Kalender dari even upacara ini akan dilewati dengan proses sbb:

3 dan 4 Maret 2005
Sugihan. Umat menghaturkan wangi wangian besertya asap dupa harum bertempat di sanggar Pura masing-masing. Masyarakat hindu Bali menghaturkan sesaji kepada diri sendiri maupun Bhuta Kala (roh halus) dan leluhur untuk mendoakan agar sepanjang upacara berlangsung aman dan memohon pikiran jernih

5 Maret 2005
Hari panodolan (membuat dodol) untuk hari raya galungan

6 Maret 2005
Hari Panyekeban yang juga diatikan hari untuk menguasai diri. Hari ini adalah turunnya Sang Kala Tiga yang merupakan Bhuta (setan) Galungan untuk mengganggu umat manusia. Karena itu umat harus berhati hati dan menguhkan iman agar tidak mudah kena pengaruh dan luput dari gangguan maupun bencana.
Penyekeban juga diartikan untuk awal dari menyimpan sarana persembahyangan atau persembahan di Hari Raya Galungan, seperti misalnya buah-buahan, dll

7 Maret 2005
Penyajaan atau membuat Jajan (kue) disamping masih tetap dan berhati-hati meneguhkan iman, berpikir, berkata dan berbuat yang baik karena adanya Sang Bhuta Dungulan (salah satu setan yang menggoda)

8 Maret 2005
Penampahan Galungan – dimana hari ini Umat hindu Bali memotong hewan seperti babi, ayam, itik untuk hari raya Galungan. Yang menguasai hari ini adalah Sang Bhuta Amangkurat.
Hari ini juga dimulainya acara Hari Raya Nyepi dimana umat hindu Bali akan menuju ke sumber air yang dianggap suci (mata air, laut maupun danau) untuk menyucikan diri dan alat-alat upacara lainnya dengan melakukan prosesi Melasti (Melis atau Mekiyis).


9 Maret 2005
Hari Raya Galungan yang merupakan peringatan atas terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma (kebajikan melawan kejahatan). Umat Hindu Bali melakukan persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa-Dewi maupun Bhatara-Bhatari sebagai puji syukur atas rahmatnya dan untuk keselamatan selanjutnya

10 Maret 2005
Manis Galungan
Upacara di masing-masing Sanggah (Pura) yang ditujukan kepada leluhur.
Bertepatan dengan Manis Galungan juga dilakukan prosesi dari rangkain hari raya Nyepi yaitu Tawur Kesanga atau Pangrupukan. Hari ini merupakan pesucian para dewa Bhatara terutama Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berada di pusatnya samudera dengan membawa Tirta Amerta (air suci) Kamandalu. Umat mengadakan penyucian dan pembersihan seluruh alam yang diadakan di semua tingkat kehidupan (kehidupan manusia, alam gaib, dan alam dewa-dewi).
Hari ini juga merupakan hari tontonan karena pada sore harinya diadakan upacara atau pawai Ogoh-ogoh yang merupakan simbolis dari Setan untuk diarak keliling kota dan akhirnya di bakar di pemakaman. Prosesi ini bertujuan untuk para Bhuta (setan) agar tidak mengganggu manusia pada hari raya Nyepi karena umat Hindu akan melakukan Brata Penyepian (puasa dan larangan pada hari raya Nyepi).

11 Maret 2005
Nyepi (Sipeng)
Pada hari ini dilakukan/diadakan Brata Penyepian (larangan pada hari raya nyepi) antara lain Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan) dengan penjelasan sbb:
Amati Geni : Tidak menyalakan api, baik api dalam diri sendiri (marah) maupun secara fisik. Bertujuan untuk mengontrol diri umat.
Amati karya : Tidak bekerja
Amati lelungan : Tidak bepergian
Amati Lelanguan : Tidak menikmati
Semua larangan diatas ditujukan untuk mengontrol emosi dari umat manusia pada hari raya suci ini dan untuk introspeksi diri dari kesalahan yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Nyepi akan dilewati dengan semadi, menenangkan dan menjernihkan pikiran untuk dapat menerima ilham dan petunjuk dari Ida Sang Hyang Widhi sehingga pada hari hari berikutnya dapat berbuat yang lebih baik dan lebih menjadikan diri bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Nyepi juga di identikkan dengan berpuasa selama 36 jam untuk mengekang semua hawa nafsu keduniawian.

12 Maret 2005
Ngembak Geni
Hari berakhirnya brata penyepian (larangan penyepian) dimana Umat melakukan Dharma Santi atau kunjung mengunjungi sanak saudara.

14 Maret 2005
Pemacekan Agung – Hari ini (pada sore hari) diadakan upacara di muka pintu pekarangan yang ditujukan kepada Sang Kala Tiganing Galungan (tiga setan penggoda di hari raya Galungan) beserta pengiringnya agar mundur kembali dan memberi keselamatan.

19 maret 2005
Hari Raya Kuningan
Pada hari ini semua Dewa-dewi dan Bhatara-bhatari dengan diiringi para leluhur turun dari surga ke dunia, tetapi hanya sampai tengah hari dan setelah itu semuanya akan kembali ke surga.
Hari ini juga merupakan akhir dari festival Galungan dan Kuningan.


March 4th Sugihan

March 8th Manis Galungan -- this is where Bali will look pretty.
March 9th Galungan -- celebrating the winning of goods against evil
Marh 10th Manis Galungan -- Sweet Galungan -- visit relatives
March 10th Tawur Kesanga -- COINCIDENTLY this is also the last day of the Balinese Calendar. So people will be celebrating the new years of Balinese by making noises to scare the devil away
March 11th Nyepi day or Quiet day. Unfortunately you are not allowed to step out your hotel's area as Balinese celebrate their first Caka year in quiteness and peace. No lights, No travels, No eat and No enjoying earthly materials. Just stay home, pray and Yoga. Oh yep, No Sex. But of course, tourist can do that all in their hotel as lights will be on (electricity still on) etc. you just cant go out of your hotel's bounday.
This is the time when (if you have star gazing equipment) you will see the BEST view of night sky since Bali will completely dark after sunset. Come on ASTRONOMERS...
March 12th Ngembak Geni -- continuation of Nyepi
March 19th Kuningan -- marks the end of the festivity

 

 
Copyright © 2005 Bali Tour Travel. All rights reserved hotels in bali , www.batukaru.info
Use of this website constitute to our privacy & Policy